Oleh: sangpemimpin | Oktober 4, 2011

Jangan Pernah Menyakiti Hati Sesamamu

Banyak di antara kita yang kadang tidak mengerti atau mungkin sengaja tidak mau tahu bahwa dalam kehidupan ini berlaku hukum sebab akibat yang sangat ketat.

Seseorang yang yang sering menyakiti hati sesamanya maka dia pun akan mendapatkan kesulitan-kesulitan dalam hidupnya. Kesulitan tersebut bisa berwujud sulit mendapat pekerjaan, sulit mendapat kebahagiaan dan lain-lain.

Oleh karenanya janganlah kalian menyakiti hati dan perasaan orang lain, jika sudah terlanjur mintalah maaf dengan segera. Jangan pernah gengsi untuk minta maaf, karena hidupmu akan dipertaruhkan untuk itu.

Beberapa orang sulit untuk minta maaf dan mengakui kesalahannya, semuanya itu karena ego yang ada pada dirinya. Jangan………! Jangan seperti itu, wahai kalian yang menginginkan kehidupan pribadi dan keluarga kalian menjadi lebih baik.

Semoga kita semua diampuni dari segala kesalahan yang disengaja maupun tidak, dan semoga kita diberikan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini.

Oleh: sangpemimpin | September 16, 2011

Maafkan Saya Tuhan, Karena Melalaikan IsyaratMu

Setiap diri kita pasti pernah mengalami sebuah situasi sulit, dan situasi sulit tersebut meliputi beberapa hal.

Dalam kondisi tersebut bagi yang beriman kepada Tuhan, biasanya akan memohon pertolonganNya untuk keluarga dari salah satu situasi sulit dan darurat yang dihadapi. Tuhan akan menjawab dan memberikan solusi.

Namun umumnya pula kita terlena, sehingga solusi yang diberikan oleh Tuhan mungkin malah tidak kita laksanakan secara betul, sehingga situasi sulit tersebut belum bisa terlewati.

Contoh : keluarga anda ada yang sakit dan anak anda butuh dana untuk sekolahnya. Anda kemudian mohon kepada Tuhan agar diberikan uang tunai untuk mengobati keluarga yang sakit. Dengan kemurahanNya maka anda mendapatkan uang tunai yang bisa digunakan mengobatkan keluarga anda tersebut.

Namun ternyata anda tidak mengobatkan keluarga tersebut, uang anda dipakai untuk kebutuhan lain salah satunya untuk beaya sekolah anak, karena anda berhitung bahwa dalam hari itu juga akan menerima uang dari sumber lain dalam jumlah yang lebih besar.

Kita mungkin tidak pernah berpikir bahwa dalam setiap kejadian peluang terjadi dan tidaknya itu selalu berbarengan. Sama halnya manakala anda tengah duduk santai diruang makan hendak menyantap hidangan yang lezat. Anda menyendok makanan tersebut dan sudah siap melahapnya, namun ketika posisi sendok sudah siap di depan mulut anda, mendadak anak anda bermain bola dan bolanya melayang mengenai sendok anda, sehingga makanan tumpah. Apa reaksi anda ? marah kepada anak ? ataukah yang lainnya ?

Kembali kepada cerita oleh karena berharap mendapat uang dari sumber lain dalam jumlah lebih besar, maka uang ‘dari Tuhan’ yang sedianya untuk mengobatkan keluarga yang sakit dan kemudian dipakai untuk kebutuhan lain. Ternyata Tuhan mempunyai skenario lain, uang yang anda harapkan diterima hari itu dalam jumlah lebih besar, ternyata harus tertunda karena sesuatu hal. Apa reaksi anda ? menyesal, menangis, atau tertawa ?

Mungkin anda akan menyesal dan menangisi kesalahan anda, atau mungkin menertawakan kebodohan anda mengapa bisa terjadi kondisi seperti hal tersebut.

Pembaca blog visiku, satu hal yang perlu diambil hikmahnya dari cerita di atas adalah manakala anda telah dipercaya oleh Tuhan untuk sesuatu urusan maka laksanakanlah sebaik mungkin, jangan melalaikannya.

Semoga kita semua mendapatkan petunjuk dan hidayahNya. Salam

Oleh: sangpemimpin | September 13, 2011

Ego yang Membinasakan

Suatu ketika sebut saja Anto memperoleh ilham dari Tuhan sebagai bonus ketekunannya dalam pelayanan kepada Tuhan. Ilham tersebut begitu fantastisnya sehingga Anto merasa dirinya menjadi orang hebat, dan keakuannya mulai mendominasi, sehingga ilham itu pun diceritakan kepada sembarang orang.

Waktu bergulir dan Anto makin larut dalam ego keakuannya, dan akhirnya kepekaan hati Anto menjadi tumpul. Anto tidak lagi mampu menerjemahkan kebeningan hatinya dalam menangkap isyarat Tuhan.

Namun ternyata Tuhan masih menyayangi Anto, sehingga ilham berikutnya diberikan yakni agar Anto memohon ampun atas dominasi egonya dan segera membersihkan hati dari karat keakuan yang menjauhkan dirinya dari kemampuan menerima cahayaNya.

Anto pun sadar bahwa ia telah keliru dalam menerjemahkan percobaan Tuhan atas dirinya, maka kemudian yang terucap dalam bibir dan hatinya setiap saat hanyalah ………………

Astaghfirullah…………………….

Astaghfirullah……………………

Astaghfirullah…………………….

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.