Setiap diri kita pasti pernah mengalami sebuah situasi sulit, dan situasi sulit tersebut meliputi beberapa hal.
Dalam kondisi tersebut bagi yang beriman kepada Tuhan, biasanya akan memohon pertolonganNya untuk keluarga dari salah satu situasi sulit dan darurat yang dihadapi. Tuhan akan menjawab dan memberikan solusi.
Namun umumnya pula kita terlena, sehingga solusi yang diberikan oleh Tuhan mungkin malah tidak kita laksanakan secara betul, sehingga situasi sulit tersebut belum bisa terlewati.
Contoh : keluarga anda ada yang sakit dan anak anda butuh dana untuk sekolahnya. Anda kemudian mohon kepada Tuhan agar diberikan uang tunai untuk mengobati keluarga yang sakit. Dengan kemurahanNya maka anda mendapatkan uang tunai yang bisa digunakan mengobatkan keluarga anda tersebut.
Namun ternyata anda tidak mengobatkan keluarga tersebut, uang anda dipakai untuk kebutuhan lain salah satunya untuk beaya sekolah anak, karena anda berhitung bahwa dalam hari itu juga akan menerima uang dari sumber lain dalam jumlah yang lebih besar.
Kita mungkin tidak pernah berpikir bahwa dalam setiap kejadian peluang terjadi dan tidaknya itu selalu berbarengan. Sama halnya manakala anda tengah duduk santai diruang makan hendak menyantap hidangan yang lezat. Anda menyendok makanan tersebut dan sudah siap melahapnya, namun ketika posisi sendok sudah siap di depan mulut anda, mendadak anak anda bermain bola dan bolanya melayang mengenai sendok anda, sehingga makanan tumpah. Apa reaksi anda ? marah kepada anak ? ataukah yang lainnya ?
Kembali kepada cerita oleh karena berharap mendapat uang dari sumber lain dalam jumlah lebih besar, maka uang ‘dari Tuhan’ yang sedianya untuk mengobatkan keluarga yang sakit dan kemudian dipakai untuk kebutuhan lain. Ternyata Tuhan mempunyai skenario lain, uang yang anda harapkan diterima hari itu dalam jumlah lebih besar, ternyata harus tertunda karena sesuatu hal. Apa reaksi anda ? menyesal, menangis, atau tertawa ?
Mungkin anda akan menyesal dan menangisi kesalahan anda, atau mungkin menertawakan kebodohan anda mengapa bisa terjadi kondisi seperti hal tersebut.
Pembaca blog visiku, satu hal yang perlu diambil hikmahnya dari cerita di atas adalah manakala anda telah dipercaya oleh Tuhan untuk sesuatu urusan maka laksanakanlah sebaik mungkin, jangan melalaikannya.
Semoga kita semua mendapatkan petunjuk dan hidayahNya. Salam